TECHNOLOGIES AIR PEMURNIAN

Bagaimana activated carbon bekerja

Activated carbon (AC) biasa digunakan untuk menghilangkan kehadiran organic dan residu disinfektan dari dalam air. Cara ini tidak hanya meningkatkan rasa dan meminimalkan yang membahayakan bagi kesehatan, cara ini juga melindungi alat pemorosesan air lainnya seperti UV, membrane dan resin pertukaran ion RO dari kemungkinan rusak ketika proses oksidasi atau proses pengendapan organic. Activated carbon merupakan teknik pemerosesan air yang bagus sebab multifungsi alaminya dan pada kenyataannya activated carbon sama sekali tidak menyebabkan munculnya bahaya terhadap air yang diproses. Dua mekanisme dasar yang dilakukan oleh activated carbon ketika menghilangkan kontaminan dari dalam air adalah adsorption dan catalytic reduction. Kotoran organic dihilangkan oleh adsorption dan residu disinfektan dihilangkan oleh catalytic reduction.

Bagaimana UV Bekerja

Radiasi UV adalah cahaya energi tinggi. Panjang gelombang spectrum UV terlalu pendek untuk bagi mata manusia sehingga UV merupakan cahaya yang tidak bisa dilihat. Spektrum UV mulai dari 40 – 400 nanometer (nm), dan yang paling efektif untuk tujuan pembasmi bakteri di kisaran 250-265 nm. Pada level intensitas yang tepat, cahaya UV bisa fatal bagi semua mikro organism yang diketahui berada dalam air. Molekul DNA dalan inti sel organism menyerap cahaya UV. Organisme menmjadi tidak aktif ketika dosis yang tepat UV diserap untuk memodifikasi struktur molekul dalam DNA. Jumlah energi yang dibutuhkan untuk memberikan efek ini pada organism lebih diharapkan dan sebagai dosis mematikan. Istilah dosis digunakan untuk menggambarkan jumlah total energi yang diserap oleh mikro organism.

Lampu UV merupakan metode paling bersih pada purifikasi air

Aplikasi pengolahan air dengan UV digunakan oleh: di perumahan, pabrik penyulingan minuman, usaha air minum, rumah makan, menara pendingin, kelautan, usaha hidroponik, usaha aquakultur dsb. Sinar C- UV (photon) memasuki mikroorganisma dan diserap oleh DNA kuman pathogen di dalam air yang diolah. DNA diubah sehingga kuman pathogen tidak bisa berkembang dan dimatikan serta tidak akan menyebabkan infeksi. Proses modifikasi DNA ini disebut inaktifasi. Sinar C-UV akan menghancurkan setidaknya 99,9% mikroorganisme berbahaya, termasuk diantaranya E.coli, Cryptosporidium dan Giardia. Tidak seperti disinfektan kimia, organism tidak mampu membangun mekanisme sistem imun melawan sinar UV. Tingkat inaktifasi sinar UV untuk kuman pathogen proporsional terhadap dosis UV yang digunakan pada air.